Kurikulum yang digunakan Kenapa Kurikulum Nasional?

  • Menggunakan Kurikulum Nasional.
  • Al-Izhar dibangun dengan semangat nasionalis yang kuat Mengembangkan potensi murid dalam berbagai kesempatan dan pembiasaan di dalam dan di luar kelas melalui kegiatan-kegiatan:
    • Kewirausahaan
    • Magang
    • Pengembangan kemampuan
    • Bekerjasama
    • Berkomunikasi
    • Berpikir kritis dan kreatif
  • Memiliki dukungan pendidikan berupa layanan tumbuh kembang yang profesional di bidangnya (guru BK dan Psikolog sekolah, perawat)

Metode pembelajaran Agama dan Al Quran seperti apa?

Pendidikan pembelajaran keterampilan membaca Al-Quran sesuai dengan usia tumbuh kembang anak dan melalui pendidikan agama yang terbuka dengan pemahaman-pemahaman yang baik dan berfokus pada akhlak dan kemanusiaan.

  • PAUD : pengenalan doa
  • SD : metode Iqra, doa, dan implementasi kegiatan yang positif dalam keseharian siswa
  • SMP : aplikasi pemahaman ajaran agama dalam keseharian siswa
  • SMA : pemahaman tematik sesuai isu masyarakat, Kesempatan memimpin: Imam, khotib, dan kultum shalat Dzuhur baik murid perempuan/laki-laki.

Pengembangan SDM di Al-Izhar?

Guru – guru di Al-Izhar mendapatkan berbagai kesempatan untuk melakukan pengembangan kompetensi yang dimilikinya melalui:
Pengembangan kompetensi melalui pendidikan formal, mengambil jenjang pendidikan lanjutan, pelatihan jangka pendek/panjang, workshop/seminar internal dan eksternal.

  • Studi banding sekolah dalam dan luar negeri.
  • Penguatan lintas agama.
  • Keterampilan berpikir.
  • Rekreasi guru dalam dan luar negeri.

Apakah Al-Izhar masih sekolah Islam, karena hilangnya kata “Islam” di papan nama Utama, bagaimana pengajaran agama Islam sendiri di Al-Izhar.

  • Semua program mengacu pada nilai-nilai Islam
  • Penguatan dan perluasan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan, yang diberikan dalam kegiatan belajar mengajar di setiap jenjang pendidikan.
  • Dokumen resmi dalam Izin Operasional menggunakan nama: TK Islam Al-Izhar, SD Islam AlIzhar, SMP Islam Al-Izhar, SMA Islam Al-Izhar
  • Nama Al-Izhar adalah merk dagang.

Apakah sekarang Al-Izhar menerima guru/siswa/karyawan non muslim.

Sejak awal Al-Izhar terbuka untuk menerima guru/karyawan yang non muslim, dengan tetap memperhatikan aspek kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan di setiap posisi jabatan.

FASILITAS :
1. Apakah ada CCTV
2. Bagaimana dengan fasilitas locker, apakah setiap siswa memiliki loker?
3. Fasilitas Kantin
4.Fasilitas belajar luar kelas

    1. Ada.
    2. Ada, terutama untuk area – area di luar kelas yang sering digunakan murid – murid bermain dan beraktifitas. Seperti: kantin, selasar, koridor, parkir, dll. Setiap siswa memiliki loker
    3. Ada dua kantin. Ada 2 kantin yang berlokasi di SMP diperuntukan kelas 3 SD s.d. SMP dan di SMA untuk siswa SMA.
    4. Fasilitas di luar kelas, antara lain, sbb:
      Fasilitas Laboratorium:

      • SMA : Bahasa, kimia, Fisika, Biologi, Komputer
      • SMP : Fisika, Biologi, Elektronika, Tata boga, Komputer

Fasilitas lainnya:
Ruang gamelan, ruang seni rupa, ruang keramik, ruang musik, Gedung Serbaguna (ruang olah raga indoor), teater kecil, kebun sekolah / apotik hidup.

SISTEM PENANGANAN KASUS :
Apakah di Al-Izhar ada perundungan dan bagaimana penanganan Perundungan di Al-Izhar:

Sekolah tidak menjamin bahwa Al-Izhar bebas dari perundungan. Yang perlu kami pahami jika terjadi kasus bullying adalah:

  • Jenis
  • Lokasinya
  • Waktunya
  • Profil pelaku
  • Profil korban
  • Kerja sama orang tua
  • Pendekatan dengan bantuan professional

Prosedur penanganan

  • Al-Izhar memiliki program anti perundungan: Training anti perundungan di setiap level kelas; kampanye anti perundungan; sistem dan mekanisme penanganan secara khusus.
  • Ditangani oleh Komite Etik unit terkait (Wali Kelas, BK, Kepala Sekolah dan divisi pendidikan dalam hal ini Direktur Pendidikan dan orang tua)
  • Mekanisme penanganan kasus : investigasi, verifikasi data, Konseling, konsekuensi: peringatan, skorsing, dikembalikan kepada orang tua.
  • Konsekuensi yang diberikan bisa berupa :
    • skorsing dengan program layanan sosial
    • skorsing belajar di rumah dengan pengawasan ortu
    • dikembalikan kepada orang tua.

Belajar Dari Rumah (BDR)
1. Apa kekuatan Al-Izhar dalam pembelajaran BDR?

  • Memiliki fasilitas Zoom berbayar,
  • Mengoptimalkan penggunaan GCR, sebagai aplikasi pembelajaran yang digunakan selama masa BDR.
  • Membekali guru-guru dengan keterampilan penguasaan IT dan memberikan dukungan perangkat/kuota yang diperlukan,
  • Mengikutsertakan guru dalam workshop penguatan dalam menyiapkan materi pembelajaran secara daring.
  • Dilakukan penyesuaian beban belajar tanpa mengurangi kurikulum atau materi-materi esensial,

Belajar Dari Rumah (BDR)
2. Sejauh mana sekolah mengelola pemberian tugas/PR murid pada kondisi BDR, apakah ada perbedaan dengan saat tatap muka?

  • Proses pembelajaran dilakukan secara menyenangkan, memandirikan dan bermakna baik secara daring dan luring.
  • Sekolah memberikan informasi materi pelajaran/tugas satu minggu sebelumnya (RKH/RPP) kepada murid dan orang tua.
  • Pemberian tugas kepada siswa tetap dilakukan dalam kondisi BDR, baik secara mandiri atau kelompok dengan modifikasi bentuk tugas yang disesuaikan dengan kondisi BDR, berkoordinasi dan berkolaborasi antar guru mata pelajaran.