Copyright © 2021. Sekolah Al-Izhar Pondok Labu

FAQ (frequently asked questions)

Soal keuangan (UP, Sumbangan apakah memengaruhi penerimaan, apakah ada kebijakan diskon utk kakak adik dll)?

  • Tidak ada kebijakan diskon untuk kakak adik
  • Besaran sumbangan tidak mempengaruhi penerimaan

Peluang anaknya diterima?

Kesempatan penerimaan tergantung dari kuota, internal, tes akademik/screening tumbuh kembang anak, hasil wawancara orang tua, & wawancara siswa

1. Berapa biaya sekolah/estimasi biaya?
2. Apakah ada kenaikan biaya pendidikan?
3.Adakah biaya lain di luar uang sekolah?

Kebijakan :

  1. Besaran biaya sekolah akan kami kirimkan via email kepada orang tua murid.
  2. Biasanya kenaikan dua atau tiga tahun sekali untuk mengantisipasi inflasi.
  3. Prinsipnya uang sekolah sudah mencakup biaya kegiatan siswa, kecuali kegiatan berbayar seperti ekskul mandiri, misi budaya dan pertukaran pelajar ke luar negeri.

Kurikulum yang digunakan Kenapa Kurikulum Nasional?

  • Menggunakan Kurikulum Nasional.
  • Al-Izhar dibangun dengan semangat nasionalis yang kuat Mengembangkan potensi murid dalam berbagai kesempatan dan pembiasaan di dalam dan di luar kelas melalui kegiatan-kegiatan:
    • Kewirausahaan
    • Magang
    • Pengembangan kemampuan
    • Bekerjasama
    • Berkomunikasi
    • Berpikir kritis dan kreatif
  • Memiliki dukungan pendidikan berupa layanan tumbuh kembang yang profesional di bidangnya (guru BK dan Psikolog sekolah, perawat)

Metode pembelajaran Agama dan Al Quran seperti apa?

Pendidikan pembelajaran keterampilan membaca Al-Quran sesuai dengan usia tumbuh kembang anak dan melalui pendidikan agama yang terbuka dengan pemahaman-pemahaman yang baik dan berfokus pada akhlak dan kemanusiaan.

  • PAUD : pengenalan doa
  • SD : metode Iqra, doa, dan implementasi kegiatan yang positif dalam keseharian siswa
  • SMP : aplikasi pemahaman ajaran agama dalam keseharian siswa
  • SMA : pemahaman tematik sesuai isu masyarakat, Kesempatan memimpin: Imam, khotib, dan kultum shalat Dzuhur baik murid perempuan/laki-laki.

Pengembangan SDM di Al-Izhar?

Guru – guru di Al-Izhar mendapatkan berbagai kesempatan untuk melakukan pengembangan kompetensi yang dimilikinya melalui:
Pengembangan kompetensi melalui pendidikan formal, mengambil jenjang pendidikan lanjutan, pelatihan jangka pendek/panjang, workshop/seminar internal dan eksternal.

  • Studi banding sekolah dalam dan luar negeri.
  • Penguatan lintas agama.
  • Keterampilan berpikir.
  • Rekreasi guru dalam dan luar negeri.

Apakah Al-Izhar masih sekolah Islam, karena hilangnya kata “Islam” di papan nama Utama, bagaimana pengajaran agama Islam sendiri di Al-Izhar.

  • Semua program mengacu pada nilai-nilai Islam
  • Penguatan dan perluasan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan, yang diberikan dalam kegiatan belajar mengajar di setiap jenjang pendidikan.
  • Dokumen resmi dalam Izin Operasional menggunakan nama: TK Islam Al-Izhar, SD Islam AlIzhar, SMP Islam Al-Izhar, SMA Islam Al-Izhar
  • Nama Al-Izhar adalah merk dagang.

Apakah sekarang Al-Izhar menerima guru/siswa/karyawan non muslim.

Sejak awal Al-Izhar terbuka untuk menerima guru/karyawan yang non muslim, dengan tetap memperhatikan aspek kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan di setiap posisi jabatan.

FASILITAS :
1. Apakah ada CCTV
2. Bagaimana dengan fasilitas locker, apakah setiap siswa memiliki loker?
3. Fasilitas Kantin
4.Fasilitas belajar luar kelas

    1. Ada.
    2. Ada, terutama untuk area – area di luar kelas yang sering digunakan murid – murid bermain dan beraktifitas. Seperti: kantin, selasar, koridor, parkir, dll. Setiap siswa memiliki loker
    3. Ada dua kantin. Ada 2 kantin yang berlokasi di SMP diperuntukan kelas 3 SD s.d. SMP dan di SMA untuk siswa SMA.
    4. Fasilitas di luar kelas, antara lain, sbb:
      Fasilitas Laboratorium:

      • SMA : Bahasa, kimia, Fisika, Biologi, Komputer
      • SMP : Fisika, Biologi, Elektronika, Tata boga, Komputer

Fasilitas lainnya:
Ruang gamelan, ruang seni rupa, ruang keramik, ruang musik, Gedung Serbaguna (ruang olah raga indoor), teater kecil, kebun sekolah / apotik hidup.

SISTEM PENANGANAN KASUS :
Apakah di Al-Izhar ada perundungan dan bagaimana penanganan Perundungan di Al-Izhar:

Sekolah tidak menjamin bahwa Al-Izhar bebas dari perundungan. Yang perlu kami pahami jika terjadi kasus bullying adalah:

  • Jenis
  • Lokasinya
  • Waktunya
  • Profil pelaku
  • Profil korban
  • Kerja sama orang tua
  • Pendekatan dengan bantuan professional

Prosedur penanganan

  • Al-Izhar memiliki program anti perundungan: Training anti perundungan di setiap level kelas; kampanye anti perundungan; sistem dan mekanisme penanganan secara khusus.
  • Ditangani oleh Komite Etik unit terkait (Wali Kelas, BK, Kepala Sekolah dan divisi pendidikan dalam hal ini Direktur Pendidikan dan orang tua)
  • Mekanisme penanganan kasus : investigasi, verifikasi data, Konseling, konsekuensi: peringatan, skorsing, dikembalikan kepada orang tua.
  • Konsekuensi yang diberikan bisa berupa :
    • skorsing dengan program layanan sosial
    • skorsing belajar di rumah dengan pengawasan ortu
    • dikembalikan kepada orang tua.

Belajar Dari Rumah (BDR)
1. Apa kekuatan Al-Izhar dalam pembelajaran BDR?

  • Memiliki fasilitas Zoom berbayar,
  • Mengoptimalkan penggunaan GCR, sebagai aplikasi pembelajaran yang digunakan selama masa BDR.
  • Membekali guru-guru dengan keterampilan penguasaan IT dan memberikan dukungan perangkat/kuota yang diperlukan,
  • Mengikutsertakan guru dalam workshop penguatan dalam menyiapkan materi pembelajaran secara daring.
  • Dilakukan penyesuaian beban belajar tanpa mengurangi kurikulum atau materi-materi esensial,

Belajar Dari Rumah (BDR)
2. Sejauh mana sekolah mengelola pemberian tugas/PR murid pada kondisi BDR, apakah ada perbedaan dengan saat tatap muka?

  • Proses pembelajaran dilakukan secara menyenangkan, memandirikan dan bermakna baik secara daring dan luring.
  • Sekolah memberikan informasi materi pelajaran/tugas satu minggu sebelumnya (RKH/RPP) kepada murid dan orang tua.
  • Pemberian tugas kepada siswa tetap dilakukan dalam kondisi BDR, baik secara mandiri atau kelompok dengan modifikasi bentuk tugas yang disesuaikan dengan kondisi BDR, berkoordinasi dan berkolaborasi antar guru mata pelajaran.

Belajar Dari Rumah (BDR)
3. Penanaman kedisiplinan murid saat pembelajaran BDR?

Penanaman disiplin, menggunakan seragam sekolah, dilakukan melalui kehadiran tepat waktu, pengumpulan tugas tepat waktu, tata tertib saat kelas daring, dsb

Belajar Dari Rumah (BDR)
4. Bagaimana mengantisipasi kebosanan anak pada program sekolah?

Menggunakan metode interaktif melalui berbagai platform aplikasi IT, kegiatan webinar siswa, kunjungan virtual, bermain bersama adik dan kakak kelas, pameran virtual lintas unit, panggung ekspresi, artkustik, dll