Iduladha 1447H sebagai Ruang Belajar: Menanamkan Empati Melalui Aksi Nyata di Al-Izhar Pondok Labu
Melalui rangkaian kegiatan Iduladha 1447 H, Perguruan Islam Al Izhar Pondok Labu menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui ruang kelas. Nilai-nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara langsung melalui kegiatan survei warga, distribusi kupon kurban, pelayanan jamaah Salat Id, hingga penyaluran 1.600 paket daging kurban kepada masyarakat.
“Di Al Izhar, Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menumbuhkan hati yang peduli dan tangan yang siap melayani.”

Kalimat tersebut menggambarkan semangat pelaksanaan Iduladha 1447 H di Perguruan Islam Al Izhar Pondok Labu. Lebih dari sekadar agenda tahunan, Iduladha menjadi wahana pendidikan karakter yang menghadirkan pengalaman nyata bagi murid untuk belajar tentang kepedulian sosial, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan.
Melalui kolaborasi antara guru, karyawan, orang tua, murid, dan masyarakat sekitar, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar setiap proses menjadi pembelajaran yang bermakna. Murid tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan aktif dalam melayani sesama.

Persiapan dimulai jauh sebelum Hari Raya Iduladha. Penghimpunan dana kurban dilaksanakan sejak akhir April hingga akhir Mei 2026 melalui berbagai kanal pembayaran, mulai dari aplikasi digital, transfer bank, booth kurban, hingga kolektif murid di setiap unit pendidikan. Sosialisasi dilakukan secara aktif melalui media sosial, Learning Management System (LMS), grup orang tua, serta kampanye yang turut digerakkan oleh para volunteer murid.
Upaya tersebut membuahkan hasil yang menggembirakan. Pada Iduladha 1447 H, Perguruan Islam Al Izhar Pondok Labu berhasil menghimpun dana kurban sebesar Rp561.911.000, meningkat sekitar 26,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh dana tersebut direalisasikan menjadi 20 ekor sapi kurban dengan total bobot mencapai 7.204 kilogram, tanpa adanya selisih dalam pengelolaan dana.


Namun, capaian terbesar dari kegiatan ini bukanlah angka-angka tersebut. Nilai sesungguhnya terletak pada proses pembelajaran yang dialami para murid.
Beberapa hari sebelum Iduladha, para volunteer murid bersama guru dan tim pendamping turun langsung ke lingkungan masyarakat untuk melakukan survei dan validasi calon penerima manfaat. Mereka belajar mengenali kondisi sosial warga, melakukan pendataan, serta memastikan distribusi kurban benar-benar tepat sasaran.

Pengalaman tersebut berlanjut saat para volunteer membagikan kupon kurban secara door to door. Didampingi guru, petugas keamanan, dan tokoh masyarakat setempat, mereka mengetuk pintu demi pintu rumah warga. Interaksi sederhana ini menjadi pelajaran berharga tentang empati, komunikasi, penghormatan kepada sesama, serta makna berbagi yang tidak selalu dapat diperoleh dari buku pelajaran.
Pada Hari Raya Iduladha, semangat melayani semakin terasa. Para volunteer mengambil berbagai peran, mulai dari membantu usher, mengatur area parkir, mendukung registrasi penerima daging kurban, hingga mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan. Mereka belajar bahwa melayani orang lain juga merupakan bentuk ibadah yang membutuhkan kedisiplinan, ketelitian, dan kerja sama.
Sementara itu, proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dengan standar yang higienis dan profesional. Sistem pemotongan terpusat serta penggunaan mobil pendingin untuk pengiriman daging menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan distribusi berlangsung aman dan sesuai standar.
Hasilnya, sebanyak 1.600 paket daging kurban berhasil disalurkan kepada masyarakat sekitar Al Izhar, guru dan karyawan, warga di lingkungan tempat tinggal murid, serta berbagai lembaga dan penerima manfaat yang mengajukan permohonan bantuan.
Menariknya, sebagian besar proses distribusi kepada masyarakat dijalankan langsung oleh para volunteer murid. Mereka bertugas melakukan registrasi, verifikasi kupon, mengarahkan alur distribusi, hingga menyerahkan paket daging kepada penerima manfaat. Dalam proses inilah nilai-nilai kepedulian, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial tumbuh secara alami.

Pelaksanaan Iduladha tahun ini juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Perguruan Islam Al Izhar Pondok Labu. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah pekurban, bertambahnya partisipasi volunteer murid, serta respons positif dari orang tua dan masyarakat sekitar terhadap penyelenggaraan kegiatan.
Bagi Al Izhar, Iduladha bukan sekadar pelaksanaan syariat kurban, melainkan sebuah laboratorium kehidupan. Di dalamnya, murid belajar bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama.
Melalui pengalaman terjun langsung melayani masyarakat, mereka memahami bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sebagian harta, melainkan juga waktu, tenaga, perhatian, dan ketulusan hati.

Inilah esensi pendidikan karakter yang terus ditanamkan di Perguruan Islam Al Izhar Pondok Labu: membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Karena pada akhirnya, Iduladha bukan hanya tentang berkurban. Iduladha adalah tentang belajar menjadi manusia yang lebih peduli.
Oleh:
Yopi Fajar Suryadi
Guru SMP Islam Al-Izhar Pondok Labu